Malas ? or i just enjoy it TOO MUCH!!

Dari dulu pingin pinter nulis, setidaknya pingin pintar berbahasa Indonesia.

Karena suka makanan dan suka memasak, kenapa juga ngga bikin blog tentang makanan? Itu kan melatih kepintaran menulis juga bukan ? Sekaligus membagi info kuliner ke siapapun yang baca. Namun, kok rasa M.A.L.A.S itu tidak kunjung pergi ya? Padahal sudah banyak foto2 yang terkumpul, catatan2 kecil yang tertulis di HP hingga bagaimana rasa makanan itu masih terekam dengan baik di otak.

Yah, tampaknya saya harus bisa mempekerjakan assistant untuk menulis di blog ini (sejuta GAYA!!) karena saya terlalu menikmati setiap suap dan teguk yg masuk ke mulut saya.

Jadi, untuk yang mengikuti blog ini, pleaseeee be patient. I’m learning to write a good post for you😉

Sweet Ginger Tisane

sweet ginger tisane

Untuk kesekian kalinya, saya akan share tentang salah satu variant dari Ronnefeldt Tea. Bisa dibilang ini variant baru yang cukup unik dan saya suka!! Yaa bukan karena pacar yg ngasihnya gratisan juga sih yaaa, tapi memang karena ke unikan rasa yang muncul membuat variant ini masuk di list minuman favorite saya.

PERTAMA, Yang saya suka dari brand ini adalah, mereka selalu menaruh waktu seduh. Jadinya, pecinta teh yg awam seperti saya bisa menikmati dengan benar. Untuk infusion tea seperti ini, waktu seduh di atas 5 mnt dgn suhu 90 derajat. Eh, karena tidak elemen daun tehnya, maka selanjutnya kita sebut ini sebagai tisane ya😉

KEDUA, cara mereka mengemas juga bagus. yaaah namanya juga fancy tea ?

Oke, kita masuk ke dalam rasa tisane itu sendiri. Setelah diseduh selama 8 menit (agar makin terasa), suhu air masih terasa skitar 80an derajat. After first zip, rasa jahe yang kuat tetapi tidak menyengat lah yang terasa. Rasanya mirip seperti jahe merah yang saat ini populer sebagai bahan wedang karena memiliki kandungan minyak atsiri tinggi. Wangi segar dari campuran jahe dan apel menggoda indera penciuman saya ketiga meneguk tisane ini. Rasa menggigit seperti peppermint juga terasa di langit mulut. Unik after taste-nya.. Dan tisane ini menenangkan perut saya seketika.

Mulai sekarang, saya akan memasukan minuman ini sebagai minuman wajib saya jika sedang Haid! Menenangkan sekali looh.. Tinggal bujuk pacar utk membelikan saya sekotak ^_^

APAAAAAAA itu diet ??

Kastengel

Kue kering khas Indonesia ini bisa dikatakan masih mempunyai pengaruh kuat dari Belanda. Umumnya hadir di kala lebaran (atau bisa dipesan sepanjang waktu ke Bonchee) merupakan favorite keluarga saya. Uhmmmm, hanya saya- mama dan adik sih, papa kurang suka dengan kue2.

Di foto ini, saya sedang mencoba kastengel buatan teman saya. Bertekstur crunchy dan gurih, kue ini seakan bisa menghipnotis saya utk langsung menghabiskan satu toples sendiri. Diet memang tidak pernah bisa saya mengerti. Dengan kelezatan keju edam yang dia gunakan pada resep ini semakin membuat saya lebih tidak mengerti akan apa itu diet.

Karena kue ini saya anggap special, saya cenderung picky dan memasang high standard utk cita rasa dan kegaringan kue ini. Kualitas yang bagus itu kalau kejunya banyak dan keju yang digunakan bagus!! Banyak penjual yang over menaruh mentega atau butter di adonannya, walaupun butter yang digunakan itu kualitas baik tetap saja tidak akan membuat kastengel jadi enak bila kebanyakan. Eh ini menurut teori saya ya ^_^

So, secara keseluruhan kastengel-nya Bonchee ini yummy dan hanya seharga IDR 65k saja setoples !!! Eh apa harganya naik ya sekarang? Yaaah paling juga naik dikit, tetep CIHUY lah ^_^

KECIPIR !!!

Kecipir

Tumbuhan yang berasal dari Indonesia dan Papua Nugini ini tumbuh secara merambat dan bisa menjadi pengikat nitrogen dari udara yang baik. Mempunyai berbagai sebutan di Indonesia, Kecipir sudah di budidayakan sebagai tumbuhan yang penuh khasiat sejak tahun 1960-an.

Saya sendiri bisa dikatakan penikmat oseng-oseng kecipir tanpa paham khasiatnya. Keluarga mama dan papa saya sering menumis polong muda dari kecipir dan mencampurnya dengan teri medan. Tumis sederhana saja sih, dengan bawang putih-bawang merah juga potongan cabai. Buat saya, makanan yang simple itu JUARA !!

Setelah sibuk browsing, saya shock pas tau kl kecipir itu bisa dimanfaatkan untuk melangsingkan badan!!! Penting bangeeeet ini ^_^

Bahkan si hijau nan enak ini juga mempunyai kandungan tokoferol tinggi yang bisa membantu mengikat Vit A juga mengandung asam amino tinggi. Dan yang penting juga, kecipir ini bisa membantu mencegah anemia. WOW sekaliiiii !!

Yuks kita konsumsi kecipir mulai dari sekarang ^_^

Sometime, it’s OKAY to break your diet

photo 2

BENER !!!!! Ngga apa kok sekali-kali melanggar diet atau hidup sehat demi sepotong quiche ^_^

Well sounds cliché tapi ya udahlah yaa, yang penting perut senang. Perut senang, maka hati senang. (ya terserah elo deh yu -__-“ )

Sebagai bukan penggemar makanan manis (bukan karena saya sudah manis ya, sama sekali bukan!!), saya termasuk jarang menyentuh kue/pastry. Karena lidah saya yang konon istilahnya “ndeso” maka saya lebih tertarik dengan jajanan pasar seperti lupis, risoles, nagasari, klepon (hallooooooo??? Eh itu telepon *mulaiAbsurd), bubur lolos, cenil dan lain2 yang tak akan saya sebutkan karena takut ngiler. NAAAAH, ini quiche apa coba maksudnya?? Kan ngga tradisional kan?

Well,, quiche itu savory treats alias asin cyyyin.. jgn sediiih (lgs ngondek :p ). Si quiche ini hasil percobaan saya memesan ke sla satu teman lama saya. Teman saya ini berhenti bekerja karena udah cukup duitnya (AMIIIIIIIIIIN ya Allah) , dan sekarang berubah haluan menjajah dapur untuk menciptakan kue-kue ciamik yang beberapa sudah akrab di kita namanya. Berdua dengan adik iparnya, mereka membangun usaha bernama “Bonchee, Baked Treats”. Quite catchy name kan ya ?

Nah, kembali ke quiche. Salah satu pastry yang cukup kondang selalu menjadi favorite saya kalau pergi ke salah satu kedai kopi ternama yang namanya tidak usah disebutkan karena tidak etis (pleaseee deh ngga perlu diterangin juga kan ya Yu *selfToyor). Kalau disitu atau di beberapa tempat lainnya itu size si quiche ini besar saudara2, diameternya itu kira-kira 2,5inch gitu deh. Dengan berbahan tepung, keju/cream, sayur atau daging,; maka makanan ini buat saya teramat mengenyangkan sekaligus nikmat. Bila kita memesan di Bonchee ini maka yang kita dapatkan adalah 8 buah mini quiche berisi sosis dan jamur.

photo 1

Lucu kan ya? Kecil dan imut. Pastinya ngga bikin saya merasa bersalah bila memakannya lebih dari satu. Naaaah, saya bukan tipe yang suka menjelekan tempat saya makan atau tempat saya memesan makanan melalui tulisan. Cita rasa semua orang berbeda, tingkat kepekaan lidah mereka pun berbeda, dan saya menghargai perbedaan itu. Jadi, seberapa pintar lidah saya? Itu yang di tes disini pada saya mulai mengigit quiche ini.

photo 3Pastry yang konon sebenarnya berasal dari German ini “diwajibkan” berisi custard asin (cream cheese+telur) dan aneka daging atau sayuran bahkan gabungan keduanya. Nah, sebelum digigit saja sudah terlihat sosis dan jamur yang semakin menarik perhatian saya.

Setelah gigitan pertama ada rasa khas quiche disitu,yaitu rasa kulit pie! Bukan rasa tepung mentah loh ya, tetapi rasa tepung yang lazim dirasakan di kulit pie ala toko kue papan atas gitu. Nah, barulah saya melihat isi sebenarnya setelah gigitan itu. Custardnya tidak terlalu banyak, tetapi isinya melimpah. Potongan sosisnya terlalu besar untuk ukuran quiche sekecil itu tapi bias di tolerir kok. Jamur yang digunakan pun bukan jamur putih pada umumnya, tetapi Bonchee menggunakan jamur merang. Tidak umum, tetapi ada satu dugaan saya mengingat harga jamur merang tidak mahal atau lebih mudah di jumpai bahkan banyak dijual sudah dikemas membuat mereka memilih ini. Sekilas, potongan jamur yang bewarna hitam ini membuat saya mengira itu buah zaitun (zaitun??Ngga nyambung ayuuuuu *selfToyor). Isian quiche pun terbumbui dengan baik, walau rajangan bawang bombai terlihat jelas. Seandainya rajangan Bombay lebih halus dan potongan sosis lebih kecil dan rapi, maka tampilannya akan lebih bagus.

Untuk satu box isi 8 seharga IDR60k, this was good. Don’t mind to order it again next time. Buat sendiri atau untuk kolega dekat ^_^

photo(11)

Luwak Macchiato

luwak

I’m not a coffee drinkers.. love badly into tea.And since i know that coffee wont wake you up also, then i thought “why should i drink coffee then?”. Drinks coffee for a lifestyle was not my style!! Not again mainstream, but i drink because i was thirsty , as simple as that.

Well, this morning i just found out how to make “non-machine” Latte Macchiato. Well, it’s because we don’t have coffee machine in office pantry. And here’s the step:

100ml Hot Milk (i use microwave to heat up the milk)
2 tsp of Luwak Coffee, mix it with 50ml of Boiled water. Stir it well
After 2 minutes, pour the coffee into milk then stir it.

ENJOY !!

ps : If you want to add sugar, mix it with the milk not with the coffee😉

Mie Ayam.. is it main or ?

photo(6)

Makanan yang umum dijumpai di pelosok negeri Indonesia tercinta ini memang membuat ter-infuse dari hidangan Cina. Mie yang direbus dan diberikan topping potongan ayam kecil-kecil terkadang disajikan beserta bakso atau pangsit goreng bahkan yang menjadi favorit saya ialah kaki ayam atau ceker.

Karena saya tipe yang suka jajan dan menghargai rasa dibanding tempat, saya lebih suka mie ayam yang di jual di gerobak pinggir jalan. Bukannya tidak suka dengan mie ayam yang ada di kedai-kedai, tetapi asal terlihat bersih, maka gerobak kaki lima lah pilihan saya.

Nah, yang selalu jadi pertanyaan saya, mengingat mie itu karbohidrat, apakah dia makanan utama atau cemilan ? Maksudnya saya, kl jam makan siang atau makan malam bahkan bila sarapan pagi dengan mie ayam itu dianggap makanan utama maka selama ini saya salah. Saya lebih suka makan mie ayam di antara waktu makan jam brunch atau afternoon tea gitu. Terkesan nge-graggas ya? Well, setiap orang pasti berbeda-beda presepsinya.

Inti dari kenapa saya menulis ini adalah saat ini kembimbangan datang, perlukah saya memesan mie ayam? Setelah 2 jam lalu makan siang? Uhm…. *berpikir keras

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,945 other followers