Category Archives: What i eat

KECIPIR !!!

Kecipir

Tumbuhan yang berasal dari Indonesia dan Papua Nugini ini tumbuh secara merambat dan bisa menjadi pengikat nitrogen dari udara yang baik. Mempunyai berbagai sebutan di Indonesia, Kecipir sudah di budidayakan sebagai tumbuhan yang penuh khasiat sejak tahun 1960-an.

Saya sendiri bisa dikatakan penikmat oseng-oseng kecipir tanpa paham khasiatnya. Keluarga mama dan papa saya sering menumis polong muda dari kecipir dan mencampurnya dengan teri medan. Tumis sederhana saja sih, dengan bawang putih-bawang merah juga potongan cabai. Buat saya, makanan yang simple itu JUARA !!

Setelah sibuk browsing, saya shock pas tau kl kecipir itu bisa dimanfaatkan untuk melangsingkan badan!!! Penting bangeeeet ini ^_^

Bahkan si hijau nan enak ini juga mempunyai kandungan tokoferol tinggi yang bisa membantu mengikat Vit A juga mengandung asam amino tinggi. Dan yang penting juga, kecipir ini bisa membantu mencegah anemia. WOW sekaliiiii !!

Yuks kita konsumsi kecipir mulai dari sekarang ^_^

Sometime, it’s OKAY to break your diet

photo 2

BENER !!!!! Ngga apa kok sekali-kali melanggar diet atau hidup sehat demi sepotong quiche ^_^

Well sounds cliché tapi ya udahlah yaa, yang penting perut senang. Perut senang, maka hati senang. (ya terserah elo deh yu -__-“ )

Sebagai bukan penggemar makanan manis (bukan karena saya sudah manis ya, sama sekali bukan!!), saya termasuk jarang menyentuh kue/pastry. Karena lidah saya yang konon istilahnya “ndeso” maka saya lebih tertarik dengan jajanan pasar seperti lupis, risoles, nagasari, klepon (hallooooooo??? Eh itu telepon *mulaiAbsurd), bubur lolos, cenil dan lain2 yang tak akan saya sebutkan karena takut ngiler. NAAAAH, ini quiche apa coba maksudnya?? Kan ngga tradisional kan?

Well,, quiche itu savory treats alias asin cyyyin.. jgn sediiih (lgs ngondek :p ). Si quiche ini hasil percobaan saya memesan ke sla satu teman lama saya. Teman saya ini berhenti bekerja karena udah cukup duitnya (AMIIIIIIIIIIN ya Allah) , dan sekarang berubah haluan menjajah dapur untuk menciptakan kue-kue ciamik yang beberapa sudah akrab di kita namanya. Berdua dengan adik iparnya, mereka membangun usaha bernama “Bonchee, Baked Treats”. Quite catchy name kan ya ?

Nah, kembali ke quiche. Salah satu pastry yang cukup kondang selalu menjadi favorite saya kalau pergi ke salah satu kedai kopi ternama yang namanya tidak usah disebutkan karena tidak etis (pleaseee deh ngga perlu diterangin juga kan ya Yu *selfToyor). Kalau disitu atau di beberapa tempat lainnya itu size si quiche ini besar saudara2, diameternya itu kira-kira 2,5inch gitu deh. Dengan berbahan tepung, keju/cream, sayur atau daging,; maka makanan ini buat saya teramat mengenyangkan sekaligus nikmat. Bila kita memesan di Bonchee ini maka yang kita dapatkan adalah 8 buah mini quiche berisi sosis dan jamur.

photo 1

Lucu kan ya? Kecil dan imut. Pastinya ngga bikin saya merasa bersalah bila memakannya lebih dari satu. Naaaah, saya bukan tipe yang suka menjelekan tempat saya makan atau tempat saya memesan makanan melalui tulisan. Cita rasa semua orang berbeda, tingkat kepekaan lidah mereka pun berbeda, dan saya menghargai perbedaan itu. Jadi, seberapa pintar lidah saya? Itu yang di tes disini pada saya mulai mengigit quiche ini.

photo 3Pastry yang konon sebenarnya berasal dari German ini “diwajibkan” berisi custard asin (cream cheese+telur) dan aneka daging atau sayuran bahkan gabungan keduanya. Nah, sebelum digigit saja sudah terlihat sosis dan jamur yang semakin menarik perhatian saya.

Setelah gigitan pertama ada rasa khas quiche disitu,yaitu rasa kulit pie! Bukan rasa tepung mentah loh ya, tetapi rasa tepung yang lazim dirasakan di kulit pie ala toko kue papan atas gitu. Nah, barulah saya melihat isi sebenarnya setelah gigitan itu. Custardnya tidak terlalu banyak, tetapi isinya melimpah. Potongan sosisnya terlalu besar untuk ukuran quiche sekecil itu tapi bias di tolerir kok. Jamur yang digunakan pun bukan jamur putih pada umumnya, tetapi Bonchee menggunakan jamur merang. Tidak umum, tetapi ada satu dugaan saya mengingat harga jamur merang tidak mahal atau lebih mudah di jumpai bahkan banyak dijual sudah dikemas membuat mereka memilih ini. Sekilas, potongan jamur yang bewarna hitam ini membuat saya mengira itu buah zaitun (zaitun??Ngga nyambung ayuuuuu *selfToyor). Isian quiche pun terbumbui dengan baik, walau rajangan bawang bombai terlihat jelas. Seandainya rajangan Bombay lebih halus dan potongan sosis lebih kecil dan rapi, maka tampilannya akan lebih bagus.

Untuk satu box isi 8 seharga IDR60k, this was good. Don’t mind to order it again next time. Buat sendiri atau untuk kolega dekat ^_^

photo(11)

Mie Ayam.. is it main or ?

photo(6)

Makanan yang umum dijumpai di pelosok negeri Indonesia tercinta ini memang membuat ter-infuse dari hidangan Cina. Mie yang direbus dan diberikan topping potongan ayam kecil-kecil terkadang disajikan beserta bakso atau pangsit goreng bahkan yang menjadi favorit saya ialah kaki ayam atau ceker.

Karena saya tipe yang suka jajan dan menghargai rasa dibanding tempat, saya lebih suka mie ayam yang di jual di gerobak pinggir jalan. Bukannya tidak suka dengan mie ayam yang ada di kedai-kedai, tetapi asal terlihat bersih, maka gerobak kaki lima lah pilihan saya.

Nah, yang selalu jadi pertanyaan saya, mengingat mie itu karbohidrat, apakah dia makanan utama atau cemilan ? Maksudnya saya, kl jam makan siang atau makan malam bahkan bila sarapan pagi dengan mie ayam itu dianggap makanan utama maka selama ini saya salah. Saya lebih suka makan mie ayam di antara waktu makan jam brunch atau afternoon tea gitu. Terkesan nge-graggas ya? Well, setiap orang pasti berbeda-beda presepsinya.

Inti dari kenapa saya menulis ini adalah saat ini kembimbangan datang, perlukah saya memesan mie ayam? Setelah 2 jam lalu makan siang? Uhm…. *berpikir keras

Noooo it’s not a tea!! It’s a JAM

photo

Belakangan ini saya melihat postingan ttg homemade jam call “Jam Tangan Spreads” di TL saya. Sebagai orang yang mudah tergiur akan makanan (atauuuu gampang ngiler), jadilah saya memesan selai tersebut melalui teman saya. Awalnya saya tertarik dengan caramel spreads-nya saja, Karena sebagai pecinta karamel, adanya selai seperti ini itu bagai surga dunia kesekian loooh (LEBAY ayuuuu!!).

Pada saat JTS membuka stand di AWA Bazaar, teman saya menawarkan rasa lain untuk dicoba yaitu “Earl Grey Berries”. Uhm…itu kan teh bukan? (langsung kbayang papa, secara dia hobi bener ama teh itu). Ntah karena temen akrab dari si owner atau emang jago promosi, temen saya berhasil meyakinkan saya untuk membeli Earl grey Berries yang sedikit asam sharga IDR 65k ini.

photo(4)

Kebayang kan kalo saya sendiri yang pergi ke bazaar, lebih kalap. Nitip aja beli dua. Jujur walau saya pecinta karamel, tapi semenjak selai ini ada di tangan saya, saya lebih tertarik untuk mencoba EGB-nya. Dan ternyata pilihan saya tepaaaaaaaaaaaat !!! Mencoba memadukan selai ini dengan Wheat Bun untuk sarapan pagi tadi adalah pilihan sempurna.

Berwarna gelap layaknya black tea as earl grey suppose to be lantas bercampur dengan asam natural dari mix berries membuat saya “terbangun” di pagi hari. Rasa pahit khas earl grey juga keluar secara sempurna dari selai ini. Mungkin saya tidak terlalu pintar dalam mempromosikan suatu makanan dan memang tidak berminat menjual juga sih, hanya share akan uniknya selai ini.

Besok coba yang karamel aah…. kayaknya seru juga buat snack sore sambil nge-teh cantik di meja kerja bukan?

This Is Not A Lego Cake.. Colette & Lola

Lego cake

Eatable block toys seems irrational right? Well this is really a cake. Four bright colored legos shapes cake with 4 flavors pistachio, blueberry, lemon and raspberry. A brand new project from Ismaya Group that haven’t open yet really “tickling” me. Although the store will be open soon in Jakarta Selatan area, but you can order Colette & Lola cakes from now. I basically love their catalog, love all their cake appearance and curios about how is it taste.

photo 1

I’m not trying to be cynical, but most of the restaurant or cafes that belong to Ismaya was only hip place. They can sold the concept really well. But when it comes to taste, i often feel disappointed. When i scrolling around the cakes menu, i stop at this cake. interesting shape and flavors. well, not really a big fans of sweets, but worth to try right? I mean with IDR 250k, you get 20×20 sizes of cakes with 4 flavors? just try it right?photo 3

As they say in their ad “take a bite and experience a taste of Colette & Lola’s sweet dream”, i taste 4 flavors of it and comes to a conclusion!! I like their blueberry cakes , enjoy the pistachio chop in the green ones and couldn’t stop licking my finger because of raspberry cream cheese on the top of red legos. Okaaaaay, i didn’t mention the yellow one right? for me the lemon flavor of the cakes was “so-so”.

I like the idea 4 flavors in one cakes. I also think using cream cheese frosting as cover instead butter cream or marzipan and fondant also good. The frosting was not to thick and not too cheesy, so they don’t ruin the taste of the cakes itself. I wouldn’t say this cakes was special, but this cake good. Will i do repeat order? Uhmm…don’t think so. For present maybe, but for myself, one time was enough.

Sate Rembiga

photo(30)Di beberapa post sebelum ini saya pernah membahas ke aneka ragam-an “Sate” di Indonesia. Nah, salah satu yang istimewa untuk saya dan kesenangan mama saya adala “Sate Rembiga”. Dinamai demikian karena di jual di daerah Rembiga, Lombok Barat.

Duuuh, jauh bener!! di Jakarta ngga ada? Uhm, kalau pertanyaan itu dilontarkan ke saya, maka jawaban saya “belum pernah liat sih..secara di Lomboknya sendiri kita harus ke daerah rembiga itu”. Nah, khas bener kan sate ini?

Tekstur lembut dari daging sapi yang dipotong kecil ini benar-benar membuat saya “sedikit” susah berhenti menyantapnya. Bumbunya pun sederhana, hanya cabai rawit, bawang putih, terasi, gula dan garam yang di haluskan kemudian di “marinated” ke potongan daging sapi tersebut sebelum dibakar.

Menurut beberapa pedagan sate di daerah Rembiga, minimal 3 jam dalam membumbui daging tersebut. Disajikan panas dengan perasan jeruk nipis dan nasi putih hangat pastinya membuat siapapun yang mencoba, khususnya yang suka pedas, merasa puas dan selalu ingin kembali mencoba.

Selain Sate Bulayak (ini dibahas nanti yaa) yang wajib dinikmati apabila saya berkunjung ke lombok maka Sate Rembiga lah pilihannya.

Asinan Jambu ala the Camer

photo(29)

I must admit once more bahwa saya pecinta makanan. Saya bukan tipe yang panik dengan berat badan, walau terkadang suka nyeletuk takut gendut atau berniat diet, tapi dari dalam lubuk hati terdalam saya TIDAK PEDULI!! Saya peduli akan gizi dan apa yang saya makan. Makan sehat, enak dan seimbang.

Untuk urusan buah, saya suka hampir segala jenis buah. Walau dulu sempat alergi dengan nanas (si bibir gatel2 gitu ntah knapa?) tapi tetap saja di makan kalau ada yang menyajikan. Dan saya juga pecinta pedas, makanya dari rujak sampai asinan saya suka.

Asinan, menurut om Wiki adalah jenis masakan yang dibuat dengan cara pengacaran. Garam atau cuka berperang penting dalam masakan ini. Sayur dan buah umumnya menjadi bahan utama dalam jenis masakan ini. Nah, yang akan di share dsini, adalah “Asinan Jambu” yang kerap dibuat oleh Ibunda kekasih hati saya. Lebih simple dari pada asinan buah yang biasa di buat mama saya, tapi menyegarkan untuk dinikmati siang atau sore hari.

and this is the recipe (for single consumption) :

Bahan yang diperlukan:

1 Buah jambu biji putih (tips dr beliau, pilih yang bentuknya tidak rata dan masih sedikit pucat supaya terasa kriuk pada saat di gigit)

3-5 buah cabe rawit berukuran sedang (tp kalo suka pedes sih, hajar bleeeh) , ulek kasar

50 gr gula

1 Sdm cuka putih

1 sdt garam

150 ml Air panas (ini juga tergantung selera, mau banyak airnya silahkan, tapi saya suka tidak terlalu banyak)

Naaaaah..Cara membuatnya :

Campurkan dalam wadah cabe yang telah ditumbuk kasar, gula, cuka dan garam (sebenernya utk rasa sesuai selera banget. mau manis pedes atau asem pedes). Aduk rata dengan air panas hingga gula larut, sisihkan terlebih dahulu.

Sambil menunggu larutan air menjadi dingin, kita bisa potong jambu sesuai selera. saya sih suka potongan yang kira-kira sekali suap selesai. Tidak terlalu kecil juga jadinya.

Setelah suhu air cabe normal, masukan potongan jambu. Aduk rata dan kemudian hidangkan.

Kalau saya, suka membuat asinan ini di malam hari dan menyimpan asinan di kulkas. Dan keesokan siangnya atau sore baru saya santap. Dingin, pedas, kriuk dan SEGAR !!!

Nah gampang kan? Selamat mencoba ^_^