Category Archives: My Recipes

Malas ? or i just enjoy it TOO MUCH!!

Dari dulu pingin pinter nulis, setidaknya pingin pintar berbahasa Indonesia.

Karena suka makanan dan suka memasak, kenapa juga ngga bikin blog tentang makanan? Itu kan melatih kepintaran menulis juga bukan ? Sekaligus membagi info kuliner ke siapapun yang baca. Namun, kok rasa M.A.L.A.S itu tidak kunjung pergi ya? Padahal sudah banyak foto2 yang terkumpul, catatan2 kecil yang tertulis di HP hingga bagaimana rasa makanan itu masih terekam dengan baik di otak.

Yah, tampaknya saya harus bisa mempekerjakan assistant untuk menulis di blog ini (sejuta GAYA!!) karena saya terlalu menikmati setiap suap dan teguk yg masuk ke mulut saya.

Jadi, untuk yang mengikuti blog ini, pleaseeee be patient. I’m learning to write a good post for you 😉

Advertisements

APAAAAAAA itu diet ??

Kastengel

Kue kering khas Indonesia ini bisa dikatakan masih mempunyai pengaruh kuat dari Belanda. Umumnya hadir di kala lebaran (atau bisa dipesan sepanjang waktu ke Bonchee) merupakan favorite keluarga saya. Uhmmmm, hanya saya- mama dan adik sih, papa kurang suka dengan kue2.

Di foto ini, saya sedang mencoba kastengel buatan teman saya. Bertekstur crunchy dan gurih, kue ini seakan bisa menghipnotis saya utk langsung menghabiskan satu toples sendiri. Diet memang tidak pernah bisa saya mengerti. Dengan kelezatan keju edam yang dia gunakan pada resep ini semakin membuat saya lebih tidak mengerti akan apa itu diet.

Karena kue ini saya anggap special, saya cenderung picky dan memasang high standard utk cita rasa dan kegaringan kue ini. Kualitas yang bagus itu kalau kejunya banyak dan keju yang digunakan bagus!! Banyak penjual yang over menaruh mentega atau butter di adonannya, walaupun butter yang digunakan itu kualitas baik tetap saja tidak akan membuat kastengel jadi enak bila kebanyakan. Eh ini menurut teori saya ya ^_^

So, secara keseluruhan kastengel-nya Bonchee ini yummy dan hanya seharga IDR 65k saja setoples !!! Eh apa harganya naik ya sekarang? Yaaah paling juga naik dikit, tetep CIHUY lah ^_^

Luwak Macchiato

luwak

I’m not a coffee drinkers.. love badly into tea.And since i know that coffee wont wake you up also, then i thought “why should i drink coffee then?”. Drinks coffee for a lifestyle was not my style!! Not again mainstream, but i drink because i was thirsty , as simple as that.

Well, this morning i just found out how to make “non-machine” Latte Macchiato. Well, it’s because we don’t have coffee machine in office pantry. And here’s the step:

100ml Hot Milk (i use microwave to heat up the milk)
2 tsp of Luwak Coffee, mix it with 50ml of Boiled water. Stir it well
After 2 minutes, pour the coffee into milk then stir it.

ENJOY !!

ps : If you want to add sugar, mix it with the milk not with the coffee 😉

Masala Prawn

photo(1)

It’s not a curry..it’s just simple recipe that i want to share.

All you need just

Peeled fresh prawn
150 ml fresh milk
1/2 crushed saffron thread (soak into 2 Tbs warm water)
1 Tbs Garam Masala (more if you love Middle east taste)Salt and black pepper
1 Bay leaves
2 kaffir lime leaves
Ginger and galangal.. Crushed it
fried curry leaves (for garnish)
White rice or pita bread

And for cook it, you just need to mix all the spices with the milk. Let it boil before you put in the prawn. After you put prawn in, seasoning it with salt and pepper. Let it boiled, remove from the heat. Sprinkle the fried curry leaves on top of it, then serve it with rice or Pita bread while it’s hot.

ACMI..Aku Cinta Masakan Indonesia (On the news)

Hits the news with many activity we had.. YEAAAAY !!!!

From The Jakarta Post to Kontan. Senang sekali deh. Ini belum termasuk tulisan2 peserta di blog mereka loh. Semoga ke depannya semakin jaya ^_^

Mari majukan kuliner Indonesia 🙂

 

Asinan Jambu ala the Camer

photo(29)

I must admit once more bahwa saya pecinta makanan. Saya bukan tipe yang panik dengan berat badan, walau terkadang suka nyeletuk takut gendut atau berniat diet, tapi dari dalam lubuk hati terdalam saya TIDAK PEDULI!! Saya peduli akan gizi dan apa yang saya makan. Makan sehat, enak dan seimbang.

Untuk urusan buah, saya suka hampir segala jenis buah. Walau dulu sempat alergi dengan nanas (si bibir gatel2 gitu ntah knapa?) tapi tetap saja di makan kalau ada yang menyajikan. Dan saya juga pecinta pedas, makanya dari rujak sampai asinan saya suka.

Asinan, menurut om Wiki adalah jenis masakan yang dibuat dengan cara pengacaran. Garam atau cuka berperang penting dalam masakan ini. Sayur dan buah umumnya menjadi bahan utama dalam jenis masakan ini. Nah, yang akan di share dsini, adalah “Asinan Jambu” yang kerap dibuat oleh Ibunda kekasih hati saya. Lebih simple dari pada asinan buah yang biasa di buat mama saya, tapi menyegarkan untuk dinikmati siang atau sore hari.

and this is the recipe (for single consumption) :

Bahan yang diperlukan:

1 Buah jambu biji putih (tips dr beliau, pilih yang bentuknya tidak rata dan masih sedikit pucat supaya terasa kriuk pada saat di gigit)

3-5 buah cabe rawit berukuran sedang (tp kalo suka pedes sih, hajar bleeeh) , ulek kasar

50 gr gula

1 Sdm cuka putih

1 sdt garam

150 ml Air panas (ini juga tergantung selera, mau banyak airnya silahkan, tapi saya suka tidak terlalu banyak)

Naaaaah..Cara membuatnya :

Campurkan dalam wadah cabe yang telah ditumbuk kasar, gula, cuka dan garam (sebenernya utk rasa sesuai selera banget. mau manis pedes atau asem pedes). Aduk rata dengan air panas hingga gula larut, sisihkan terlebih dahulu.

Sambil menunggu larutan air menjadi dingin, kita bisa potong jambu sesuai selera. saya sih suka potongan yang kira-kira sekali suap selesai. Tidak terlalu kecil juga jadinya.

Setelah suhu air cabe normal, masukan potongan jambu. Aduk rata dan kemudian hidangkan.

Kalau saya, suka membuat asinan ini di malam hari dan menyimpan asinan di kulkas. Dan keesokan siangnya atau sore baru saya santap. Dingin, pedas, kriuk dan SEGAR !!!

Nah gampang kan? Selamat mencoba ^_^

Another happy tummy in the morning.. Pisang Epe

Image

PISANG !!! Buah termudah yang bisa kita jumpai di semua tempat di Indonesia. Sebagai salah satu hasil bumi yang populer, banyak cara untuk mengolah pisang dan menjadikannya makanan “menyenangkan” di pagi hari.

Pisang Epe, salah satunya. Epe dalam bahasa makasar sendiri berarti jepit. Jadi pisang ini dibakar dan dijepit/ditekan agar gepeng. Mudah bukan?

Pisang epe umumnya disajikan dengan saus gula merah, tapi pagi ini saya menggunakan gula semut. Dengan tidak dijadikan saus, tetapi ditabur pada saat dipanggang membuat proses karamelisasinya sempurna! Rasa segar pisang kepok merah (umumnya mereka menggunakan pisang uli/raja) bercampur dengan manis yang sedang dari gula semut, PERFECT !!

Sebagai minuman pendamping, saya membuat kembali kopi susu. Rasanya pagi ini saya sudah cukup bergizi bukan?

Now, let’s start the day.