When you remember the story with your Ex’s

photo(5)

Well, the title reflect my personal taste about Oolong Tea first brew. I like Oolong, but i much prefer second brew. After 3 minutes of brewing, i used to give it to my mom or somebody else, then pour another 95 °C water then wait for another 2-3 minutes before serve myself.

But since i bring the tea to work and nobody seems like oolong, so i was force to drink the first brew. The oolong that i kept in the office was good quality but not the best. It was China, not Taiwan or Banten (which i love sooo much). So the color still a bit dark and the bitterness with their typical smell feel intense.

I know i was overrated if i say the taste was like the love story with our ex’s. But, there’s a comfort and not comfort feeling about this tea. The taste was lovely yet it was bitter. So after drink this tea, we must move on and bring these ass back to work.

Noooo it’s not a tea!! It’s a JAM

photo

Belakangan ini saya melihat postingan ttg homemade jam call “Jam Tangan Spreads” di TL saya. Sebagai orang yang mudah tergiur akan makanan (atauuuu gampang ngiler), jadilah saya memesan selai tersebut melalui teman saya. Awalnya saya tertarik dengan caramel spreads-nya saja, Karena sebagai pecinta karamel, adanya selai seperti ini itu bagai surga dunia kesekian loooh (LEBAY ayuuuu!!).

Pada saat JTS membuka stand di AWA Bazaar, teman saya menawarkan rasa lain untuk dicoba yaitu “Earl Grey Berries”. Uhm…itu kan teh bukan? (langsung kbayang papa, secara dia hobi bener ama teh itu). Ntah karena temen akrab dari si owner atau emang jago promosi, temen saya berhasil meyakinkan saya untuk membeli Earl grey Berries yang sedikit asam sharga IDR 65k ini.

photo(4)

Kebayang kan kalo saya sendiri yang pergi ke bazaar, lebih kalap. Nitip aja beli dua. Jujur walau saya pecinta karamel, tapi semenjak selai ini ada di tangan saya, saya lebih tertarik untuk mencoba EGB-nya. Dan ternyata pilihan saya tepaaaaaaaaaaaat !!! Mencoba memadukan selai ini dengan Wheat Bun untuk sarapan pagi tadi adalah pilihan sempurna.

Berwarna gelap layaknya black tea as earl grey suppose to be lantas bercampur dengan asam natural dari mix berries membuat saya “terbangun” di pagi hari. Rasa pahit khas earl grey juga keluar secara sempurna dari selai ini. Mungkin saya tidak terlalu pintar dalam mempromosikan suatu makanan dan memang tidak berminat menjual juga sih, hanya share akan uniknya selai ini.

Besok coba yang karamel aah…. kayaknya seru juga buat snack sore sambil nge-teh cantik di meja kerja bukan?

Masala Prawn

photo(1)

It’s not a curry..it’s just simple recipe that i want to share.

All you need just

Peeled fresh prawn
150 ml fresh milk
1/2 crushed saffron thread (soak into 2 Tbs warm water)
1 Tbs Garam Masala (more if you love Middle east taste)Salt and black pepper
1 Bay leaves
2 kaffir lime leaves
Ginger and galangal.. Crushed it
fried curry leaves (for garnish)
White rice or pita bread

And for cook it, you just need to mix all the spices with the milk. Let it boil before you put in the prawn. After you put prawn in, seasoning it with salt and pepper. Let it boiled, remove from the heat. Sprinkle the fried curry leaves on top of it, then serve it with rice or Pita bread while it’s hot.

This Is Not A Lego Cake.. Colette & Lola

Lego cake

Eatable block toys seems irrational right? Well this is really a cake. Four bright colored legos shapes cake with 4 flavors pistachio, blueberry, lemon and raspberry. A brand new project from Ismaya Group that haven’t open yet really “tickling” me. Although the store will be open soon in Jakarta Selatan area, but you can order Colette & Lola cakes from now. I basically love their catalog, love all their cake appearance and curios about how is it taste.

photo 1

I’m not trying to be cynical, but most of the restaurant or cafes that belong to Ismaya was only hip place. They can sold the concept really well. But when it comes to taste, i often feel disappointed. When i scrolling around the cakes menu, i stop at this cake. interesting shape and flavors. well, not really a big fans of sweets, but worth to try right? I mean with IDR 250k, you get 20×20 sizes of cakes with 4 flavors? just try it right?photo 3

As they say in their ad “take a bite and experience a taste of Colette & Lola’s sweet dream”, i taste 4 flavors of it and comes to a conclusion!! I like their blueberry cakes , enjoy the pistachio chop in the green ones and couldn’t stop licking my finger because of raspberry cream cheese on the top of red legos. Okaaaaay, i didn’t mention the yellow one right? for me the lemon flavor of the cakes was “so-so”.

I like the idea 4 flavors in one cakes. I also think using cream cheese frosting as cover instead butter cream or marzipan and fondant also good. The frosting was not to thick and not too cheesy, so they don’t ruin the taste of the cakes itself. I wouldn’t say this cakes was special, but this cake good. Will i do repeat order? Uhmm…don’t think so. For present maybe, but for myself, one time was enough.

ACMI..Aku Cinta Masakan Indonesia (On the news)

Hits the news with many activity we had.. YEAAAAY !!!!

From The Jakarta Post to Kontan. Senang sekali deh. Ini belum termasuk tulisan2 peserta di blog mereka loh. Semoga ke depannya semakin jaya ^_^

Mari majukan kuliner Indonesia 🙂

 

ACMI..Aku Cinta Masakan Indonesia

Makanan bukan sekedar rasa, akan tetapi ada nilai – nilai lain yang juga terkandung di sana. Ada seni, budaya, sejarah, cerita, dan daya cipta. – Santhi Serad

Partisipasi pertama saya di ACMI ini adalah ikut serta di acara potluck kedua “Aneka Kreasi Tempe”. Bermodal pede dan rayuan manis ke ibunda tercinta, saya hadir dengan sedikit perasaan deg deg-an di kantor om William Wongso membawa “tempro”, versi ciamik combro. Kedatangan yang disambut hangat oleh mbak Santhi karena kita sudah lama berteman di dunia “instagram” membuat saya merasa homey ada di acara ini.

photo 1

Potluck ACMI merupakan salah satu rangkaian acara yang digagaskan oleh ACMI, masih ada Jelajah Pasar Tradisional juga yang merupakan favorite saya. Hobi blusukan nang peken, atau masuk-masuk ke pasar karena dibiasakan oleh Alm eyang uti saya seakan mendapatkan angin segar. Banyak ilmu tentang rempah dan sayur mayur bisa di dapatkan di acara ini. Selain banyak info tambahan tentang jajanan apa loh ya.

photo 3

Jujur aja nih ya, saya bukan seseorang yang bisa diet, bahkan hingga detik ini saya tidak tau DIET itu apa untungnya? hahaha.. Saya lebih percaya menjaga apa yang hendak dimakan dari pada melarang makanan masuk ke dalam tubuh saya. Setelah bergabung di ACMI, apalagi diberikan kehormatan untuk bergabung menjadi pengurus (cieeeeee pamer loh ayuuuu ;p), makin kaya lah ilmu saya tentang kuliner Indonesia.Apa yang baik untuk tubuh, bagaimana mengkombinasikannya dan efek apa dari bumbu tersebut bila di konsumsi oleh tubuh kita. Semua perlahan lahan saya dapati di ACMI ini.

Dan makin luas pertemanan saya yang hingga kini bisa dikatakan saya punya geng baru, GENG BUNGKUS! Seru kan ya? Ajang belajar secara gratis langsung dari ahli atau narasumber terpercaya tentang masakan Indonesia mungkin alasan yang paling pas untuk menggambarkan apa yang bisa di dapat di ACMI. Coba deh dilihat lebih jauh website ACMI atau di follow akun twitternya untuk info kuliner ciamik Indonesia lebih jauh.

photo 2

photo 4

Mencintai masakan Indonesia, bahkan perlahan-lahan belajar tentangnya merupakan cara termudah saya untuk mencintai negeri sendiri. Ngga perlu muluk2 ikut demo menentang pemerintah atau daftar dari Caleg untuk cinta Indonesia. Cintailah bangsa kita sendiri dari hal terkecil, dan bukannya tidak mungkin Indonesia akan terkenal karena “KEKAYAAN KULINER”-nya.

Sekian dulu deh tulisan tentang ACMI ala ayu, si boss bolak balik manggil 😀

-to be continue…when i have time..

Sate Rembiga

photo(30)Di beberapa post sebelum ini saya pernah membahas ke aneka ragam-an “Sate” di Indonesia. Nah, salah satu yang istimewa untuk saya dan kesenangan mama saya adala “Sate Rembiga”. Dinamai demikian karena di jual di daerah Rembiga, Lombok Barat.

Duuuh, jauh bener!! di Jakarta ngga ada? Uhm, kalau pertanyaan itu dilontarkan ke saya, maka jawaban saya “belum pernah liat sih..secara di Lomboknya sendiri kita harus ke daerah rembiga itu”. Nah, khas bener kan sate ini?

Tekstur lembut dari daging sapi yang dipotong kecil ini benar-benar membuat saya “sedikit” susah berhenti menyantapnya. Bumbunya pun sederhana, hanya cabai rawit, bawang putih, terasi, gula dan garam yang di haluskan kemudian di “marinated” ke potongan daging sapi tersebut sebelum dibakar.

Menurut beberapa pedagan sate di daerah Rembiga, minimal 3 jam dalam membumbui daging tersebut. Disajikan panas dengan perasan jeruk nipis dan nasi putih hangat pastinya membuat siapapun yang mencoba, khususnya yang suka pedas, merasa puas dan selalu ingin kembali mencoba.

Selain Sate Bulayak (ini dibahas nanti yaa) yang wajib dinikmati apabila saya berkunjung ke lombok maka Sate Rembiga lah pilihannya.